Skip to main content

47 LAGU WAJIB NASIONAL, PENCIPTA DAN LIRIK. MENGENANG JASA PAHLAWAN INDONESIA - Mygressblog

LAGU WAJIB NASIONAL, PENCIPTA DAN LIRIKNYA



Perjuangan rakyat Indonesia yang gagah berani menginspirasi para pencipta lagu seperti W.R Soepratman, Ismail Marzuki, Ibu Soed dan masih banyak pencipta lagu nasional lainnya untuk menciptakan lagu sebagai bentuk penghargaan bagi para pahlawan bangsa.

Berikut ini lagu Wajib Nasional Indonesia yang sering dinyanyikan pada hari-hari bersejarah maupun lagu yang wajib dinyanyikan di sekolah-sekolah untuk mengenang perjuangan para pahlawan Indonesia.


1. Andika Bhayangkari (Amir Pasaribu)

2. Bagimu Negeri (R. Kusbini)

3. Bandung Selatan (Ismail Marzuki)

4. Bangun Pemudi-Pemuda (Alfred Simanjuntak)

5. Bendera Merah Putih (Ibu Soed)

6. Bengawan Solo (Gesang)

7. Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)

8. Dari Sabang Sampai Merauke (R. Soerardjo atau R. Suharjo)

9. Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman)

10. Desaku (Liberty Manik)

11. Berkibarlah Bendera Negriku (Gombloh)

12. Garuda Pancasila (Sudharnoto)

13. Gugur Bunga (Ismail Marzuki)

14. Halo-Halo Bandung (Ismail Marzuki)

15. Hamba Menyanyi (R. Sutedjo)

16. Hari Merdeka (Husein Mutahar)

17. Himne Guru / Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Sartono)

18. Himne Pramuka (Husein Mutahar)

19. Ibu Kita Kartini (Wage Rudolf Soepratman)

20. Ibu Pertiwi (Kamsidi Samsuddin dan/atau Ismail Marzuki)

21. Indonesia Jaya (Chaken M)

22. Indonesia Raya (Wage Rudolf Soepratman)

23. Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki)

24. Indonesia Tetap Merdeka (Cornel Simanjuntak)

25. Indonesia Tumpah Darahku (Ibu Soed)

26. Jembatan Merah (Gesang)

27. Kebyar Kebyar (Gombloh)

28. Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak)

29. Mars Pancasila (Sudharnoto)

30. Melati di Tapal Batas (Ismail Marzuki)

31. Mengheningkan Cipta (Truno Prawit)

32. Nun Dia Dimana (Iskandar dan Ismail Marzuki)

33. Nyiur Hijau (Maladi)

34. Pada Pahlawan (Cornel Simanjuntak / Usmar Ismail)

35. Pahlawan Merdeka (Ismail Marzuki)

36. Pantang Mundur (Titiek Puspa)

37. Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)

38. Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik)

39. Selamat Datang Pahlawan Muda (Ismail Marzuki)

40. Selendang Sutra (Ismail Marzuki)

41. Sepasang Mata Bola (Ismail Marzuki)

42. Serumpun Padi (Maladi)

43. Surabaya (Titik Hamzah)

44. Syukur (Husein Mutahar)

45. Tanah Airku (Ibu Soed)

46. Teguh Kukuh Berlapis Baja (Cornel Simanjuntak/dan Usman Ismail)

47. Wajib Belajar (Restu Narwan Sutarmas)


1. Andika Bhayangkari (Amir Pasaribu)



Lirik : ANDIKA BHAYANGKARI

Andika Bhayangkari
Pencipta Sapta Marga
Pancasila mulai jadi
Negara mulia

Bhineka Tunggal Ika
Lambang bangsa satria
Menuju nusantara 
Bahagia jaya
Bahagia jaya

2. Bagimu Negeri (R. Kusbini)


Lirik : BAGIMU NEGERI

Padamu negeri kami berjanji
 Padamu negeri kami berbakti
 Padamu negeri kami mengabdi
 Bagimu negeri jiwa raga kami

3. Bandung Selatan (Ismail Marzuki)


Lirik : BANDUNG SELATAN 

Bandung selatan di waktu malam
Berselubung sutra merah putih
Laksana putri lenggang kencana
Duduk menanti datang kekasih

Bandung selatan di waktu malam
Dalam asuhan dewi purnama
Cantik mungil kesuma melati
Putri manja ibunda pertiwi

Terdengar suara seruling bambu
Gitar malam nan merdu merayu
Di seling tembang suara ibu
Tembang pusaka nan syahdu

Bandung selatan di waktu malam
Jauh terdengar suara nyanyian
Sungguh indah sinarnya rembulan
Riwayatnya tidak dilupakan

4. Bangun Pemudi-Pemuda (Alfred Simanjuntak)


Lirik : BANGUN PEMUDI PEMUDA

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmulah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

5. Bendera Merah Putih (Ibu Soed)



Lirik : BENDERA MERAH PUTIH

Bendera merah putih bendera tanah airku
Gagah dan jernih tampak warnamu
Berkibaran di langit yang biru
Bendera merah putih bendera bangsaku

Bendera merah putih perlambang brani dan suci
Siap selalu kami berbakti untuk bangsa dan ibu pertiwi
Bendera merah putih trimalah salamku


6. Bengawan Solo (Gesang)


Lirik : BENGAWAN SOLO

Bengawan Solo riwayatmu ini
Sedari dulu jadi perhatian insani
Musim kemarau tak seberapa airmu
Di musim hujan air meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh Akhirnya ke laut
Bengawan Solo riwayatmu dulu
Kaum pedagang selalu naik itu perahu

7. Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)

Lirik : BERKIBARLAH BENDERAKU

Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia 
Kau tetap pujaan bangsa

Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang merah putih yang perwira 
Berkibarlah slama-lamanya

8. Dari Sabang Sampai Merauke (R. Soerardjo atau R. Suharjo)


Lirik : DARI SABANG SAMPAI MERAUKE

Dari sabang sampai merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia

Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia


9. Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman)



Lirik : DI TIMUR MATAHARI

Di timur matahari mulai bercahya
Bangun dan berdiri kawan semua
Marilah mengatur barisan kita 
Seluruh pemuda Indonesia

10. Desaku (Liberty Manik)


Lirik : DESAKU

Desaku yang kucinta pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan tak mudah bercerai
Selalu kurindukan desaku yang permai


11. Berkibarlah Bendera Negriku (Gombloh)



Lirik : BERKIBARLAH BENDERA NEGERIKU

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engkau di dadaku
Tunjukanlah kepada dunia 
Semangatmu yang panas membara

Daku ingin jiwa raga ini
Selaraskan keanggunan
Daku ingin jemariku ini 
Menuliskan karismamu

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansamu
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu

Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban
Putra bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan

Daku ingin jiwa raga ini
Selaraskan keanggunan
Daku ingin jemariku ini 
Menuliskan karismamu


12. Garuda Pancasila (Sudharnoto)


Lirik : GARUDA PANCASILA

Garuda Pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi 
Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara 
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku

Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju


13. Gugur Bunga (Ismail Marzuki)


Lirik : GUGUR BUNGA

Betapa hatiku takkan pilu 
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku tak akan sedih 
Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini pelipur lara 
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati

Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti

Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti


14. Halo-Halo Bandung (Ismail Marzuki)


Lirik : HALO-HALO BANDUNG

Halo-halo Bandung ibukota Periangan
Halo-halo Bandung kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa kau
Sekarang sudah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali


15. Hamba Menyanyi (R. Sutedjo)



Lirik : HAMBA MENYANYI

Hamba menyanyi mencinta suara
Turut kepada seni ibu Indonesia 
Hanyalah ini hamba memberi
Tanda pecinta hati pada Bu Pertiwi

Hanya maksud jangan sampai 
Hamba dengan tangan hampa
Bakti pada maha Indonesia
Terima hamba sebagai putra
Meskipun hamba hanya
Dapat urun suara



16. Hari Merdeka (Husein Mutahar)



Lirik : HARI MERDEKA

17 Agustus tahnn '45
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa 
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka 
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia, tetap sedia 
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia, tetap sedia 
Membela negara kita

17. Himne Guru / Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Sartono)


Lirik : HIMNE GURU / PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embnn penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

18. Himne Pramuka (Husein Mutahar)


Lirik : HIMNE PRAMUKA

Kami pramuka Indonesia manusia Pancasila
Satya-ku kudarmakan Darma-ku kubaktikan
Agar jaya Indonesia, Indonesia, tanah airku
Kami jadi pandumu

19. Ibu Kita Kartini (Wage Rudolf Soepratman)


Lirik : IBU KITA KARTINI

Ibu kita Kartini putri sejati
Putri Indonesia untuk kaumnya
Ibu kita Kartini pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka 

Wahai ibu kita Kartini putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia

20. Ibu Pertiwi (Kamsidi Samsuddin dan/atau Ismail Marzuki)


Lirik : IBU PERTIWI

Kulihat ibu Pertiwi sedang bersusah hati
Airmatanya berlinang mas intannya terkenang
Hutan gunung sawah lautan simpanan kekayaan
Kini ibu sedang lara merintih dan berdoa

Kulihat ibu Pertiwi kami datang berbakti
Lihatlah putra putrimu menggembirakan ibu
Ibu kami tetap cinta putramu yang setia 
Menjaga harta pusaka untuk nusa dan bangsa

21. Indonesia Jaya (Chaken M)


Lirik : INDONESIA JAYA

Hari-hari terus berlalu tiada pernah berhenti
S'ribu rintang jalan berliku bukanlah satu penghalang
Hadapilah segala tantangan mohon petunjuk yang kuasa
Ciptakanlah kerukunan bangsa 
Kobarkanlah dalam dada semangat jiwa Pancasila

Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan
Tanpa pengorbanan mulia adanya 
Berpeganglah tangan satu dalam cita 
Demi masa depan Indonesia Jaya

Ciptakanlah kerukunan bangsa
Kobarkanlah dalam dada semangat jiwa Pancasila

Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan
Tanpa pengorbanan mulia adanya
Berpeganglah tangan satu dalam cita
Demi masa depan Indonesia jaya

22. Indonesia Raya (Wage Rudolf Soepratman)



Lirik : INDONESIA RAYA

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku hiduplah negeriku
Bangsaku rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya merdeka merdeka 
Tanahku negeriku yang kucinta
Indonesia Raya merdeka merdeka 
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya merdeka merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta
Indonesia Raya merdeka merdeka 
Hiduplah Indonesia Raya

23. Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki)


Lirik : INDONESIA PUSAKA

Indonesia tanah air beta pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala selalu dipuja-puja bangsa
Disana tempat lahir beta dibuai dibesarkan bunda 
Tempat berlindung di hari tua sampai akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta tiada tandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Masa Kuasa bagi bangsa yang memujanya
Indonesia ibu Pertiwi kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku kepadamu rela kuberi

24. Indonesia Tetap Merdeka (Cornel Simanjuntak)


Lirik : INDONESIA TETAP MERDEKA

Sorak-sorak bergembira, bergembira semua
Sudah bebas negeri kita, Indonesia merdeka
Indonesia merdeka, Republik Indonesia
Itulah hak milik kita, untuk slama-lamanya

Sorak-sorak bergembira, bergembira semua
Sudah bebas negeri kita, Indonesia merdeka
Indonesia merdeka, Republik Indonesia
Itulah hak milik kita, untuk slama-lamanya


25. Indonesia Tumpah Darahku (Ibu Soed)


Lirik : INDONESIA TUMPAH DARAHKU

Dimana sawah luas menghijau
Dimana bukit biru menghimbau
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka yang kaya raya 
Harum namanya Indonesia

Dimana puput berbunyi merdu
Di bawah gunung lembah yang biru
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka aman sentosa
Harum namanya Indonesia

Dimana nyiur melambai-lambai
Dimnaa padi masak mengurai
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka bahagia mulya
Harum namanya Indonesia

26. Jembatan Merah (Gesang)


Lirik : JEMBATAN MERAH

Jembatan Merah sungguh gagah berpagar gedung indah
Sepanjang hari yang melintasi silih berganti
Mengenang susah hati patah ingat jaman berpisah
Kekasih pergi sehingga kini belum kembali

Biar Jembatan Merah andainya patah akupun bersumpah
Akan kunanti dia disini bertemu lagi

27. Kebyar Kebyar (Gombloh)


Lirik : KEBYAR-KEBYAR

Indonesia merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia debar jantungku, getar nadiku 
Berbaur dalam angan-anganku
Kebyar-kebyar pelangi jingga

Indonesia nada laguku, simfoni perteguh
Selaras dengan simfonimu
Kebyar-kebyar pelangi jingga

Biarpun bumi berguncang kau tetap Indonesiaku
Andaikan matahari terbit dari barat
Kaupun Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku darimu

Kusingsingkan lengan rawe-rawe rantas
Malang-malang tuntas denganmu

28. Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak)


Lirik : MAJU TAK GENTAR

Maju tak gentar membela yang benar 
Maju tak gentar hak kita diserang
Maju serentak mengusir penyerang
Maju serentak tentu kita menang

Bergerak-bergerak serentak-serentak
Menerkam menerjang terjang
Tak gentar-tak gentar menyerang menyerang 
Majulah majulah menang


29. Mars Pancasila (Sudharnoto)



Lirik : MARS PANCASILA

Garuda Pancasila, akulah pendukungmu
Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku 
ayo maju-maju, ayo maju-maju, ayo maju-maju

30. Melati di Tapal Batas (Ismail Marzuki)


Lirik : MELATI DI TAPAL BATAS

Engkau gadis muda remaja
Bagai sekumtum melati
Engkau sumbangkan jiwa raga
Di tapal batas Bekasi

Engkau dinamakan Srikandi
Pendekar putri sejati
Engkau turut jejak pemuda
Turut mengawal negara

O pendekar putri nan cantik
Dengarlah panggilan ibu
Sawah ladang rindu menanti
Akan sumbangan baktimu

Duhai gadis muda remaja
Suntingan kampung halaman
Kembali ke pangkuan bunda
Berbakti kita di ladang


31. Mengheningkan Cipta (Truno Prawit)



Lirik : MENGHENINGKAN CIPTA

Dengar seluruh angkasa raya memuji pahlawan negara
Nan gugur remaja di ribaan bendera bela nusa bangsa
Kau ku kenang wahai bunga putra bangsa 
Harga jasa kau cahya pelita bagi Indonesia merdeka

32. Nnn Dia Dimana (Iskandar dan Ismail Marzuki)



Lirik : NUN DIA DIMANA

Rela dikau gugur dalam tugas jaya bakti
Tiada tentu liang kubur kan kenangan nanti
Ingin kutabur melati petikan ibu
Tanda kasih kau pahlawan bangsa nan syahdu

Ke hadirat Tuhan kumohonkan doa murni
Semoga arwahmu bahagia di alam suci

Ingin kutabur melati petikan ibu
Tanda kasih kau pahlawan bangsa nan syahdu
Ke hadirat Tuhan kumohonkan doa murni
Semoga arwahmu bahagia di alam suci

33. Nyiur Hijau (Maladi)


Lirik : NYIUR HIJAU

Nyiur hijau di tepi pantai
Siar siur daunnya melambai
Padi mengembang kuning merayu
Burung-burung bernyanyi gembira

Tanah airku tumpah darahku 
tanah yang subur kaya makmur
Tanah airku tumpah darahku 
Tanah yang indah permai nyata

34. Pada Pahlawan (Cornel Simanjuntak / Usmar Ismail)


Lirik : PADA PAHLAWAN

Dengarlah dengar nyanyian gembira
Bagimu pahlawan kusuma bangsa
Dengarlah dengar seruan mulia
Seluruh negara memuji dikau 

Dengar derap langkah pahlawan
Menuju medan perang
Memanggil setiap putera 
Ikut bela bangsa

Dengarlah dengar nyanyian gembira
Bagimu pahlawan kusuma bangsa

35. Pahlawan Merdeka (Ismail Marzuki)


Lirik : PAHLAWAN MERDEKA

Pahlawan merdeka nan gugur sebagai bunga
Jatuh mewangi di atas pangkuan ibunda
Walaupun kamu telah gugur menjual nyawa
Namamu tercantum sebagai satria

Kusuma nan indah, Oh bunga negara
Aji jaya sakti nan sejati

Pahlawan merdeka nan pecah sebagai ratna
Terpencar tersebar di bumi Indonesia

36. Pantang Mundur (Titiek Puspa)


Lirik : PANTANG MUNDUR

Kulepas dikau pahlawan
Kurelakan dikau berjuang
Demi keagungan negara
Dikau pergi ke medan jaya

Bila kanda teringa
Ingatlah adik seorang 
Jayalah dikau pahlawan
Terus maju pantang mndur

Airmataku berlinang 
Karena bahagia
Putra pertama lahir sudah
Kupintakan nama padamu pahlwan

Sembah sujud ananda
Dirgahayulah kakanda
Jayalah dikau pahlawan
Maju terus pantang mundur

37. Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)


Lirik : RAYUAN PULAU KELAPA

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Melambai-lambai nyiur di pantai
Berbisik-bisik raja kelana
Memuja pulau nan indah permai 
Tanah airku Indonesia

38. Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik)


Lirik : SATU NUSA SATU BANGSA

Satu nusa satu bangsa satu bahasa kita 
Tanah air pasti jaya untuk s'lama-lamanya

Indonesia pusaka Indonesia tercinta
Nusa bangsa dan bahasa 
Kita bela bersama

39. Selamat Datang Pahlawan Muda (Ismail Marzuki)


Lirik : SELAMAT DATANG PAHLAWAN MUDA     

Selamat datang pahlawan muda
Lama nian kami rindukan dikau
Bertahun-tahun bercerai mata
Kini kita dapat berjumpa pula

Dengarkan sorak gegap gempita
Mengiringi derap langkah perwira
Hilangkan rindu dendam ibumu
Selamat datang di Jakarta Raya

40. Selendang Sutra (Ismail Marzuki)


Lirik : SELENDANG SUTRA

Selendang sutra tanda mata darimu
Telah kutrima sebulan yang lalu
Selendang sutra mulai di saat itu
Turut serentak di dalam baktiku

Ketika lenganku terluka parah
Selendang sutramu turut berjasa
Selendang sutra kini pembalut luka
Cabik semata tercapai tujuannya

41. Sepasang Mata Bola (Ismail Marzuki)


Lirik : SEPASANG MATA BOLA

Hampir malam di Jogja ketika keretaku tiba
Remang-remang cuaca terkejut aku tiba-tiba
Dua mata memandang seakan-akan dia berkata
Lindungi aku pahlawan daripada di angkara murka 

Sepasang mata bola dari balik jendela 
Datang dari Jakarta menuju medan perwira
Kagum ku melihatnya sinar nan perwira rela
Hati telah terpikat semoga kelak kita berjumpa pula

Dua mata memandang seakan-akan dia berkata
Lindungi aku pahlawan daripada si angkara murka
Sepasang mata bola dari balik jendela 
Datang dari Jakarta menuju medan perwira

Kagum ku melihatnya sinar nan perwira rela
Hati telah terpikat semoga kelak kita berjumpa pula
Hati telah terpikat semoga kelak kita berjumpa pula

42. Serumpun Padi (Maladi)



Lirik : SERUMPUN PADI

Serumpun padi tumbuh di sawah
Hijau menguning daunnya
Tumbuh di sawah penuh berlumpur
Di pangkuan ibu pertiwi

Serumpun jiwa suci
Hidupnya nista abadi
Serumpun padi mengandung janji
Harapan ibu pertiwi

43. Surabaya (Titik Hamzah)


Lirik : SURABAYA

Surabaya, Surabaya, oh Surabaya
Kota kenangan, kota kenangan takkan terlupa
Di sanalah, di sanalah di Surabaya
Mula pertama, mula pertama kami berjumpa

Kuteringat masa yang telah lalu
S'ribu insan s'ribu hari bersatu padu 

Surabaya di tahun empat lima
Kami berjuang, kami berjuang, bertaruh nyawa

44. Syukur (Husein Mutahar)


Lirik : SYUKUR

Dari yakin ku teguh hati ikhlas ku penuh akan karuniaMu
Tanah air pusaka Indonesia merdeka 
Syukur aku sembahkan ke hadiratmu Tuhan

Dari yakin ku teguh hati ikhlas ku penuh akan karuniaMu
Tanah air pusaka Indonesia merdeka 
Syukur aku sembahkan ke hadiratmu Tuhan

45. Tanah Airku (Ibu Soed)


Lirik : TANAH AIRKU

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang ku cintai
Engkau ku hargai

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku rasa senang
Tanahku tak ku lupakan
Engkau kubanggakan

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanahku yang ku cintai
Engkau kuhargai

46. Teguh Kukuh Berlapis Baja (Cornel Simanjuntak/dan Usman Ismail)


Lirik : TEGUH KUKUH BERLAPIS BAJA

Teguh kukuh berlapis baja
Rantai semangat mengikat padu
Tegak benteng Indonesia
Tengah badai bersatu padu

Teguh kukuh berlapis baja
Rantai semangat mengikat padu
Tegak benteng Indonesia
Tengah badai bersatu padu

Berpadu negara sumpah nan setia
Semati kita runtuh sehidup jaya

Biar topan menghantam baja
Mara hebat menembus rantai
Namun tegak menentang masa
Benteng kita menentang badai

Berpadu negara sumpah nan setia
Semati kita runtuh sehidup jaya

Teguh kukuh berlapis baja
Rantai semangat mengikat padu
Tegak benteng Indonesia
Tengah badai bersatu padu

Biar topan menghantam baja
Mara hebat menembus rantai
Namun tegak menentang masa
Benteng kita menantang badai

Berpadu negara sumpah nan setia
Semati kita runtuh sehidup jaya (berpadu negara)
Sumpah nan setia semati kita runtuh (semati kita runtuh)
Semati kita runtuh sehidup jaya

Berpadu negara (teguh kukuh berlapis baja)
Sumpah nan setia (teguh kukuh berlapis baja)

Teguh kukuh berlapis baja

47. Wajib Belajar (Restu Narwan Sutarmas)


Lirik : WAJIB BELAJAR

Mari kita laksanakan wajib belajar
Putra putri tunas bangsa harapan negara
Wajib belajar cerdaskan kehidupan bangsa
'Tuk menuju masyarakat adil sejahtera

Gunakan waktumu isilah hidupmu
Tekunlah belajar giatlah bekerja
Berantas kebodohan perangi kemiskinan
Habis gelap terbit terang, hari depan cerlang

Ayo kita giatan wajib belajar
Jangan putus tengah jalan marilah tamatkan
Tanam ilmu sekarang raih hari depan
Cerdas terampil berwibawa penuh daya cipta

Gunakan waktumu isilah hidupmu
Tekunlah belajar giatlah bekerja
Jadikan tunas bangsa inti pembangunan
'Tuk menuju masyarakat adil sejahtera

Gunakan waktumu isilah hidupmu
Tekunlah belajar giatlah bekerja
Berantas kebodohan perangi kemiskinan
Habis gelap terbit terang hari depan cerlang

Ayo kita giatkan wajib belajar
Jangan putus tengah jalan marilah tamatkan
Tanam ilmu sekarang raih hari depan
Cerdas terampil berwibawa penuh daya cupta

Gunakan waktumu isilah hidupmu
Tekunlah belajar giatlah bekerja
Jadikan tunas bangsa inti pembangunan
Adil makmur sejahtera merata bahagia






close